Kamis, 29 Agustus 2013

ciri ciri orang beriman

Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
“Orang-orang yang beriman itu adalah
orang-orang yang apabila disebutkan
nama Allah maka bergetarlah hati
mereka. Apabila dibacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya maka
bertambahlah keimanan mereka. Dan
mereka hanya bertawakal kepada
Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)
az-Zajaj mengatakan, “Maksudnya,
apabila disebutkan tentang kebesaran
dan kekuasaan-Nya dan ancaman
hukuman yang akan ditimpakan
kepada orang-orang yang durhaka
kepada-Nya maka hati mereka pun
merasa takut.” (lihat Zaadul Masir, hal.
540)
‘Umair bin Habib radhiyallahu’anhu
berkata, “Iman mengalami
penambahan dan pengurangan.” Ada
yang bertanya, “Dengan apa
penambahannya?” Beliau menjawab,
“Apabila kita mengingat Allah ‘azza wa
jalla dan memuji-Nya maka itulah
penambahannya. Apabila kita lupa dan
lalai maka itulah
pengurangannya.” (lihat Tafsir al-
Baghawi, hal. 511)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma
berkata, “Orang-orang munafik itu
tidak pernah sedikit pun meresap dzikir
kepada Allah ke dalam hatinya pada
saat mereka melakukan amal-amal
yang diwajibkan-Nya. Mereka sama
sekali tidak mengimani ayat-ayat
Allah. Mereka juga tidak bertawakal
[kepada Allah]. Mereka tidak
mengerjakan sholat apabila dalam
keadaan tidak bersama orang. Mereka
pun tidak menunaikan zakat dari
harta-harta mereka. Oleh sebab itulah
Allah mengabarkan bahwasanya
mereka itu memang bukan termasuk
golongan orang-orang yang
beriman.” (lihat Tafsir al-Qur’an
al-’Azhim [4/11])
Imam Ibnu Katsir rahimahullah
menjelaskan maksud dari ungkapan
‘bergetarlah hati mereka’, kata beliau,
“Yaitu mereka merasa takut kepada-
Nya sehingga mereka pun
melaksanakan apa yang
diperintahkan-Nya dan meninggalkan
apa yang dilarang oleh-Nya.” (lihat
Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/11])
Ketika menjelaskan makna dari
‘apabila dibacakan kepada mereka
ayat-ayat-Nya maka bertambahlah
imannya’ Syaikh Muhammad bin
Shalih al-Utsaimin rahimahullah
berkata, “Di dalamnya terkandung
dalil bahwasanya seringkali seorang
lebih banyak mendapatkan faidah
karena bacaan [al-Qur'an] oleh orang
lain daripada bacaan oleh dirinya
sendiri…” (lihat al-Qaul al-Mufid ‘ala
Kitab at-Tauhid [2/30])
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
menerangkan, bahwa dari ayat di atas
bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri orang
beriman itu antara lain:
1. Merasa takut kepada-Nya ketika
mengingat-Nya, yang dengan
sebab itulah maka dia akan
melakukan perintah-Nya dan
meninggalkan larangan-Nya
2. Bertambahnya keimanan
mereka tatkala mendengar
dibacakannya al-Qur’an
3. Menyerahkan segala urusan dan
bersandar kepada Allah semata
(lihat al-Mulakhkhash fi Syarh
Kitab at-Tauhid, hal. 269)
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa
salah satu ciri utama orang beriman
adalah bertawakal kepada Allah saja.
Hatinya tidak bergantung kepada
selain-Nya. Karena hanya Allah saja
yang menguasai segala manfaat dan
madharat. Dan tawakal inilah yang
menentukan kuat lemahnya iman
seorang hamba. Semakin kuat
tawakalnya, semakin kuat pula
imannya (lihat al-Qaul as-Sadid fi
Maqashid at-Tauhid, h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar