Kamis, 29 Agustus 2013

ciri ciri orang beriman

Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
“Orang-orang yang beriman itu adalah
orang-orang yang apabila disebutkan
nama Allah maka bergetarlah hati
mereka. Apabila dibacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya maka
bertambahlah keimanan mereka. Dan
mereka hanya bertawakal kepada
Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)
az-Zajaj mengatakan, “Maksudnya,
apabila disebutkan tentang kebesaran
dan kekuasaan-Nya dan ancaman
hukuman yang akan ditimpakan
kepada orang-orang yang durhaka
kepada-Nya maka hati mereka pun
merasa takut.” (lihat Zaadul Masir, hal.
540)
‘Umair bin Habib radhiyallahu’anhu
berkata, “Iman mengalami
penambahan dan pengurangan.” Ada
yang bertanya, “Dengan apa
penambahannya?” Beliau menjawab,
“Apabila kita mengingat Allah ‘azza wa
jalla dan memuji-Nya maka itulah
penambahannya. Apabila kita lupa dan
lalai maka itulah
pengurangannya.” (lihat Tafsir al-
Baghawi, hal. 511)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma
berkata, “Orang-orang munafik itu
tidak pernah sedikit pun meresap dzikir
kepada Allah ke dalam hatinya pada
saat mereka melakukan amal-amal
yang diwajibkan-Nya. Mereka sama
sekali tidak mengimani ayat-ayat
Allah. Mereka juga tidak bertawakal
[kepada Allah]. Mereka tidak
mengerjakan sholat apabila dalam
keadaan tidak bersama orang. Mereka
pun tidak menunaikan zakat dari
harta-harta mereka. Oleh sebab itulah
Allah mengabarkan bahwasanya
mereka itu memang bukan termasuk
golongan orang-orang yang
beriman.” (lihat Tafsir al-Qur’an
al-’Azhim [4/11])
Imam Ibnu Katsir rahimahullah
menjelaskan maksud dari ungkapan
‘bergetarlah hati mereka’, kata beliau,
“Yaitu mereka merasa takut kepada-
Nya sehingga mereka pun
melaksanakan apa yang
diperintahkan-Nya dan meninggalkan
apa yang dilarang oleh-Nya.” (lihat
Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/11])
Ketika menjelaskan makna dari
‘apabila dibacakan kepada mereka
ayat-ayat-Nya maka bertambahlah
imannya’ Syaikh Muhammad bin
Shalih al-Utsaimin rahimahullah
berkata, “Di dalamnya terkandung
dalil bahwasanya seringkali seorang
lebih banyak mendapatkan faidah
karena bacaan [al-Qur'an] oleh orang
lain daripada bacaan oleh dirinya
sendiri…” (lihat al-Qaul al-Mufid ‘ala
Kitab at-Tauhid [2/30])
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
menerangkan, bahwa dari ayat di atas
bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri orang
beriman itu antara lain:
1. Merasa takut kepada-Nya ketika
mengingat-Nya, yang dengan
sebab itulah maka dia akan
melakukan perintah-Nya dan
meninggalkan larangan-Nya
2. Bertambahnya keimanan
mereka tatkala mendengar
dibacakannya al-Qur’an
3. Menyerahkan segala urusan dan
bersandar kepada Allah semata
(lihat al-Mulakhkhash fi Syarh
Kitab at-Tauhid, hal. 269)
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa
salah satu ciri utama orang beriman
adalah bertawakal kepada Allah saja.
Hatinya tidak bergantung kepada
selain-Nya. Karena hanya Allah saja
yang menguasai segala manfaat dan
madharat. Dan tawakal inilah yang
menentukan kuat lemahnya iman
seorang hamba. Semakin kuat
tawakalnya, semakin kuat pula
imannya (lihat al-Qaul as-Sadid fi
Maqashid at-Tauhid, h

Sabtu, 24 Agustus 2013

5 KUNCI MERAIH KESUKSESAN | TIPS
RAHASIA HIDUP SUKSES
Sukses adalah kata yang diimpikan
oleh semua orang dan merupakan
sebuah pilihan hidup. Manusia adalah
makhluk pencipta kesuksesan.
Manusia selalu lapar dan dahaga akan
kesuksesan, apa pun makna sukses
tersebut baginya. Prestasi-prestasi
besar dalam sejarah seperti piramida
para Firaun di Mesir, tembok besar di
Cina, kompleks Taj Mahal di India, atau
candi Borobudur di Indonesia adalah
monumen akan hebatnya karya akal
budi manusia yang selalu ingin
mencapai keberhasilan terjauh,
tertinggi, atau terbesar.
Gambar Kunci Meraih Kesuksesan
Berikut 5 Kunci Meraih Kesuksesan |
Tips Rahasia Hidup Sukses :
1. Niat
Hal pertama yang wajib anda miliki
adalah niat. Awalilah dengan niat
yang kuat untuk melakukan usaha
dengan sungguh-sungguh. Niat anda
memiliki daya dorong yang luar biasa
untuk memperoleh kesuksesan, niat
juga menentukan diterima tidaknya
suatu amal manusia, oleh karena itu
anda harus meluruskan niat anda agar
dibimbing oleh Allah SWT menuju
kepada kesuksesan. Niat yang tulus
dan benar akan melahirkan suatu
motivasi dalam meraih suatu
kesuksesan dan menghantarkan
seseorang pada tujuan yang dicita-
citakannya
2. Ikhlas
Orang sukses melakukan segala hal
dengan hati yang ikhlas dan
menikmati apa yang sedang mereka
lakukan. Mereka mampu melihat
pekerjaan sebagai sebuah
kesenangan. Dengan itu anda tidak
akan pernah bosan dan terbebani
dalam melakukan usaha/pekerjaan
anda.
3. Bekerja Keras dan Berusaha diatas
rata-rata dari orang lain.
Anwar Fuadi seorang penulis novel
best seller “Negeri 5 Menara” dan
“Ranah 3 warna” adalah seseorang
yang mengaku memiliki kunci
kesuksesan yang bernama “Man Jadda
Wajada” Siapa yang bersungguh-
sungguh, maka ia akan berhasil”.
4. Berdoa
Dengan berdo'a kita dituntut untuk
lebih mendekatkan diri terhadap sang
Pencipta dan yang pasti dengan kita
semakin dekat dengan-Nya maka akan
semakin dekat pula kesuksesan itu.
5. Sabar dan Tawakal
Dan yang terakhir adalah tawakal
menyerahkan semuanya hanya
kepada Allah SWT. Karena, hanya
Dialah pemberi segala kesuksesan,
pemberi segala yang kita inginkan.
Itulah 5 Kunci Meraih Kesuksesan |
Tips Rahasia Hidup Sukses yang dapat
saya sharing ke teman-teman semoga

Kamis, 22 Agustus 2013

AL-ASMAUL-HUSNA (Nama-nama
Allah Yang Indah)
Berikut adalah senarai 99 nama-nama
Allah dalam Islam. "Dan Allah
mempunyai nama-nama yang baik
(yang mulia) maka serulah (dan
berdoalah) kepadaNya dengan
menyebut nama-nama itu, dan
pulaukanlah orang-orang yang
berpaling dari kebenaran dalam masa
menggunakan nama-namaNya.
Mereka akan mendapat balasan
mengenai apa yang mereka telah
kerjakan." Surah Al-A'raf, ayat 180.
"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan
tenang tenteram hati mereka dengan
"zikrullah". Ketahuilah dengan
"zikrullah" itu, tenang tenteramlah
hati manusia." Surah Ar-Ra'd, ayat 28.
Al-Malik (Maha Memiliki Menguasai
Seluruh Alam)
Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Ar-Rahman (Maha Pemurah)
Allah subhana huwa Taala
Al-Muhaimin (Maha Memelihara)
Al-Mukmin (Maha Mengurniakan
Keamanan)
As-Salaam (Maha Sejahtera)
Al-Quddus (Maha Suci)
Al-Khaaliq (Maha Menciptakan)
Al-Mutakabbir (Maha Memiliki Segala
Keagungan)
Al-Jabbar (Maha Kuasa)
Al-Aziz (Maha Perkasa)
Al-Qahhar (Maha Mengalahkan)
Al-Ghaffar (Maha Pengampun)
Al-Musawwir (Maha Membentuk
Rupa)
Al-Baari (Maha Mengadakan)
Al-Alim (Maha Mengetahui)
Al-Fattah (Maha Pemberi Keputusan)
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Al-Wahhab (Maha Pemberi Kurnia)
Ar-Rafi (Maha Meninggikan)
Al-Khaafiz (Maha Merendahkan)
Al-Baasit (Maha Melapangkan)
Al-Qaabiz (Maha Menyempitkan)
Al-Basir (Maha Melihat)
As-Sami' (Maha Mendengar)
Al-Mudhill (Yang Menghinakan)
Al-Muizz (Maha Memuliakan)
Al-Khabir (Maha Berwaspada)
Al-Latif (Maha Lemah Lembut)
Al-Adl (Yang Mempunyai Keadilan)
Al-Hakam (Maha Mengadili)
As-Shakur (Maha Mensyukuri)
Al-Ghafur (Maha Pengampun)
Al-Adhim (Maha Besar)
Al-Halim (Maha Penyantun)
Al-Muqit (Maha Perkasa)
Al-Hafiz (Maha Memelihara)
Al-Kabir (Maha Berwaspada)
Al-Ali (Maha Tinggi)
Ar-Raqib (Maha Mengawasi)
Al-Karim (Maha Pemurah)
Al-Jalil (Maha Mulia)
Al-Hasib ( Amat Dihormati)
Al-Wadud (Maha Pengasih)
Al-Hakim (Maha Bijaksana)
Al-Waasi' (Maha Lapang)
Al-Mujib (Maha Memperkenankan)
Al-Haq (Maha Benar)
As-Shahid (Maha Menyaksikan)
Al-Baaith (Maha Membangkitkan
Semula)
Al-Majid (Maha Mulia)
Al-Wali (Maha Memerintah)
Al-Matin (Maha Kuat)
Al-Qawi (Maha Kuat)
Al-Wakil (Maha Mentadbir)
Al-Muid (Maha Memulihkan)
Al-Mubdi (Maha Pencipta dari Asal)
Al-Muhsi (Maha Menghitung)
Al-Hamid (Maha Terpuji)
Al-Qayyum (Maha Berdikari)
Al-Hai (Yang Hidup Kekal)
Al-Mumit (Maha Pemusnah)
Al-Muhyi (Maha Menghidupkan)
Al-Ahad (Maha Esa)
Al-Waahid (Maha Tunggal)
Al-Maajid (Maha Mulia)
Al-Waajid (Maha Mencarikan)
Al-Muqaddim (Maha Menyegerakan)
Al-Muqtadir (Maha Berkuasa)
Al-Qaadir (Maha Berkuasa)
As-Samad (Tumpuan Segala Hajat)
Adh-Dhaahir
Al-Aakhir (Maha Akhir)
Al-Awwal (Maha Awal)
Al-Muakkhir ( Maha Penangguh)
Al-Barr (Maha Membuat Kebajikan)
Al-Muta-aali (Maha Tinggi)
Al-Waali (Maha Melindungi)
Al-Baatin (Maha Tersembunyi)
Ar-Rauf (Maha Pengasih)
Al-Afuw (Maha Pemaaf)
Al-Muntaqim (Maha Pembalas
Dendam)
At-Tawwaab (Maha Menerima Taubat)
Al-Muqsit (Maha Saksama)
Dhul-Jalaali wal Ikraam
Maalik-ul-Mulk
Al-Maane (Maha Melarang)
Al-Mughni (Maha Memakmurkan)
Al-Ghani (Maha Kaya)
Al-Jami' (Maha Mengumpulkan)
Al-Haadi (Maha Petunjuk)
An-Nur (Maha Bercahaya)
An-Naafi' (Memberi Manfaat)
Adh-Dhaarr
As-Sabur (Maha Penyabar)
Ar-Rashid (Maha Bijaksana)
Al-Waarith (Maha Mewarisi)
Al-Baaqi (Maha Kekal)

Rabu, 21 Agustus 2013


BILA HATI BERCAHAYA
dakah diantara kita yang merasa
mencapai sukses hidup karena telah
berhasil meraih segalanya : harta,
gelar, pangkat, jabatan, dan
kedudukan yang telah menggenggam
seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji
ulang, seberapa besar sebenarnya nilai
dari apa-apa yang telah kita raih
selama ini.
Di sebuah harian pernah diberitakan
tentang penemuan baru berupa
teropong yang diberi nama telescope
Hubble. Dengan teropong ini berhasil
ditemukan sebanyak lima milyar
gugusan galaksi. Padahal yang telah
kita ketahui selama ini adalah suatu
gugusan bernama galaksi bimasakti,
yang di dalamnya terdapat planet-
planet yang membuat takjub siapa
pun yang mencoba bersungguh-
sungguh mempelajarinya. Matahari
saja merupakan salah satu planet
yang sangat kecil, yang berada dalam
gugusan galaksi di dalam tata surya
kita. Nah, apalagi planet bumi ini
sendiri yang besarnya hanya satu
noktah. Sungguh tidak ada apa-
apanya dibandingkan dengan lima
milyar gugusan galaksi tersebut.
Sungguh alangkah dahsyatnya.
Sayangnya, seringkali orang yang
merasa telah berhasil meraih segala
apapun yang dirindukannya di bumi
ini ? dan dengan demikian merasa
telah sukses ? suka tergelincir hanya
mempergauli dunianya saja.
Akibatnya, keberadaannya membuat
ia bangga dan pongah, tetapi
ketiadaannya serta merta membuat
lahir batinnya sengsara dan tersiksa.
Manakala berhasil mencapai apa yang
diinginkannya, ia merasa semua itu
hasil usaha dan kerja kerasnya
semata, sedangkan ketika gagal
mendapatkannya, ia pun serta merta
merasa diri sial. Bahkan tidak jarang
kesialannya itu ditimpakan atau
dicarikan kambing hitamnya pada
orang lain.
Orang semacam ini tentu telah lupa
bahwa apapun yang diinginkannya
dan diusahakan oleh manusia sangat
tergantung pada izin Allah Azza wa
Jalla. Mati-matian ia berjuang
mengejar apa-apa yang dinginkannya,
pasti tidak akan dapat dicapai tanpa
izin-Nya. Laa haula walaa quwwata
illaabillaah! Begitulah kalau orang
hanya bergaul, dengan dunia yang
ternyata tidak ada apa-apanya ini.
Padahal, seharusnya kita bergaul
hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat
yang Maha Menguasai jagat raya,
sehingga hati kita tidak akan pernah
galau oleh dunia yang kecil mungil ini.
Laa khaufun alaihim walaa hum
yahjanuun! Samasekali tidak ada
kecemasan dalam menghadapi urusan
apapun di dunia ini. Semua ini tidak
lain karena hatinya selalu sibuk
dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta
yang begitu hebat dan dahsyat.
Sikap inilah sesungguhnya yang harus
senantiasa kita latih dalam
mempergauli kehidupan di dunia ini.
Tubuh lekat dengan dunia, tetapi
jangan biarkan hati turut lekat
dengannya. Ada dan tiadanya segala
perkara dunia ini di sisi kita jangan
sekali-kali membuat hati goyah
karena toh sama pahalanya di sisi
Allah. Sekali hati ini lekat dengan
dunia, maka adanya akan membuat
bangga, sedangkan tiadanya akan
membuat kita terluka. Ini berarti kita
akan sengsara karenanya, karena ada
dan tiada itu akan terus menerus
terjadi.
Betapa tidak! Tabiat dunia itu
senantisa dipergilirkan. Datang,
tertahan, diambil. Mudah, susah.
Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati,
direndahkan. Semuanya terjadi silih
berganti. Nah, kalau hati kita hanya
akrab dengan kejadian-kejadian
seperti itu tanpa krab dengan Zat
pemilik kejadiannya, maka letihlah
hidup kita.
Lain halnya kalau hati kita selalu
bersama Allah. Perubahan apa saja
dalam episode kehidupan dunia tidak
akan ada satu pun yang merugikan
kita. Artinya, memang kita harus terus
menerus meningkatkan mutu
pengenalan kita kepada Allah Azza wa
Jalla.
Di antara yang penting yang kita
perhatikan sekiranya ingin dicintai
Allah adalah bahwa kita harus zuhud
terhadap dunia ini. Rasulullah SAW
pernah bersabda, “Barangsiapa yang
zuhud terhadap dunia, niscaya Allah
mencintainya, dan barangsiapa yang
zuhud terhadap apa yang ada di
tangan manusia, niscaya manusia
mencintainya.”
Zuhud terhadap dunia bukan berarti
tidak mempunyai hal-hal yang bersifat
duniawi, melainkan kita lebih yakin
dengan apa yang ada di sisi Allah
daripada apa yang ada di tangan kita.
Bagi orang-orang yang zuhud
terhadap dunia, sebanyak apapun
yang dimiliki sama sekali tidak akan
membuat hati merasa tentram karena
ketentraman itu hanyalah apa-apa
yang ada di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Melakukan
zuhud dalam kehidupan di dunia
bukanlah dengan mengharamkan
yang halal dan bukan pula
memboroskan kekayaan. Zuhud
terhadap kehidupan dunia itu ialah
tidak menganggap apa yang ada pada
dirimu lebih pasti daripada apa yang
ada pada Allah.” (HR. Ahmad,
Mauqufan)
Andaikata kita merasa lebih tentram
dengan sejumlah tabungan di bank,
maka berarti kita belum zuhud.
Seberapa besar pun uang tabungan
kita, seharusnya kita lebih merasa
tentram dengan jaminan Allah. Ini
dikarenakan apapun yang kita miliki
belum tentu menjadi rizki kita kalau
tidak ada izin Allah.
Sekiranya kita memiliki orang tua atau
sahabat yang memiliki kedudukan
tertentu, hendaknya kita tidak sampai
merasa tentram dengan jaminan
mereka atau siapa pun. Karena, semua
itu tidak akan datang kepada kita,
kecuali dengan izin Allah.
Orang yang zuhud terhadap dunia
melihat apapun yang dimilikinya tidak
menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan
jaminan Allah karena walaupun tidak
tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia
Mahatahu akan segala kebutuhan
kita.jangan ukur kemuliaan seseorang
dengan adanya dunia di
genggamannya. Sebaliknya jangan
pula meremehkan seseorang karena ia
tidak memiliki apa-apa. Kalau kita
tidak menghormati seseorang karena
ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita
menghormati seseorang karena
kedudukan dan kekayaannya, kalau
meremehkan seseorang karena ia
papa dan jelata, maka ini berarti kita
sudah mulai cinta dunia. Akibatnya
akan susah hati ini bercahaya disisi
Allah.
Mengapa demikian? Karena, hati kita
akan dihinggapi sifat sombong dan
takabur dengan selalu mudah
membeda-bedakan teman atau
seseorang yang datang kepada kita.
Padahal siapa tahu Allah
mendatangkan seseorang yang
sederhana itu sebagai isyarat bahwa
Dia akan menurunkan pertolongan-
Nya kepada kita.
Hendaknya dari sekarang mulai diubah
sistem kalkulasi kita atas
keuntungan-keuntungan. Ketika
hendak membeli suatu barang dan kita
tahu harga barang tersebut di
supermarket lebih murah ketimbang
membelinya pada seorang ibu tua
yang berjualan dengan bakul
sederhananya, sehingga kita mersa
perlu untuk menawarnya dengan
harga serendah mungkin, maka
mulailah merasa beruntung jikalau
kita menguntungkan ibu tua
berimbang kita mendapatkan untung
darinya. Artinya, pilihan membeli
tentu akan lebih baik jatuh padanya
dan dengan harga yang
ditawarkannya daripada membelinya
ke supermarket. Walhasil, keuntungan
bagi kita justru ketika kita bisa
memberikan sesuatu kepada orang
lain.
Lain halnya dengan keuntungan
diuniawi. Keuntungan semacam ini
baru terasa ketika mendapatkan
sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti
keuntungan bagi kita adalah ketika
bisa memberi lebih daripada yang
diberikan oleh orang lain. Jelas, akan
sangat lain nilai kepuasan batinnya
juga.
Bagi orang-orang yang cinta dunia,
tampak sekali bahwa keuntungan bagi
dirinya adalah ketika ia dihormati,
disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan
tetapi, bagi orang-orang yang sangat
merindukan kedudukan di sisi Allah,
justru kelezatan menikmati
keuntungan itu ketika berhasil dengan
ikhlas menghargai, memuliakan, dan
menolong orang lain. Cukup ini saja!
Perkara berterima kasih atau tidak, itu
samasekali bukan urusan kita.
Dapatnya kita menghargai,
memuliakan, dan menolong orang lain
pun sudah merupakan keberuntungan
yang sangat luar biasa.
Sungguh sangat lain bagi ahli dunia,
yang segalanya serba kalkulasi, balas
membalas, serta ada imbalan atau
tidak ada imbalan. Karenanya, tidak
usah heran kalau para ahli dunia itu
akan banyak letih karena hari-harinya
selalu penuh dengan tuntutan dan
penghargaan, pujian, dan lain
sebagainya, dari orang lain. Terkadang
untuk mendapatkan semua itu ia
merekayasa perkataan, penampilan,
dan banyak hal demi untuk meraih
penghargaan.
Bagi ahli zuhud tidaklah demikian.
Yang penting kita buat tatanan
kehidupan ini seproporsional mungkin,
dengan menghargai, memuliakan, dan
membantu orang lain tanpa
mengharapkan imbalan apapun. Inilah
keuntungan-keuntungan bagi ahli-
ahli zuhud. Lebih merasa aman dan
menyukai apa-apa yang terbaik di sisi
Allah daripada apa yang didapatkan
dari selain Dia.
Walhasil, siapapun yang merindukan
hatinya bercahaya karena senantiasa
dicahayai oleh nuur dari sisi Allah,
hendaknya ia berjuang sekuat-
kuatnya untuk mengubah diri,
mengubah sikap hidup, menjadi orang
yang tidak cinta dunia, sehingga
jadilah ia ahli zuhud.
“Adakalanya nuur Illahi itu turun
kepadamu,” tulis Syaikh Ibnu Atho?
illah dalam kitabnya, Al Hikam, “tetapi
ternyata hatimu penuh dengan
keduniaan, sehingga kembalilah nuur
itu ke tempatnya semula. Oleh sebab
itu, kosongkanlah hatimu dari segala
sesuatu selain Allah, niscaya Allah
akan memenuhinya dengan ma?rifat
dan rahasia-rahasia.”
Subhanallaah, sungguh akan
merasakan hakikat kelezatan hidup di
dunia ini, yang sangat luar biasa,
siapapun yang hatinya telah dipenuhi
dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa
Jalla. “Cahaya di atas cahaya. Allah
membimbing (seorang hamba) kepada
cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki
…” (QS. An Nuur [24] : 35).
Ditulis oleh Drs.

Selasa, 20 Agustus 2013

keuntungan wirausaha


Keuntungan dan Kerugian
Kewirausahaan
Keuntungan Kewirausahaan :
1. Otonomi. Pengelolaan yang bebas
dan tidak terikat membuat wirausaha
menjadi seorang “bos” yang penuh
kepuasan.
2. Tantangan awal dan perasaan motif
berprestasi. Peluang untuk
mengembangkan konsep usaha yang
dapat menghasilkan keuntungan
sangat memotivasi wirausaha.
3. Kontrol finansial(Pengawasan
keuangan).
4. Bebas dalam mengelola keuangan,
dan merasa kekayaan sebagai milik
sendiri.
Kerugian Kewirausahaan :
1. Pengorbanan personal. Pada
awalnya wirausaha harus bekerja
dengan waktu yang lama dan sibuk.
Sedikit sekali waktu untuk
kepentingan keluarga, rekreasi.
Hampir semua waktu dihabiskan untuk
kegiatan bisnis.
2. Beban tanggung jawab. Wirausaha
harus mengelola semua fungsi bisnis,
baik pemasaran, keuangan, personil
maupun pengadaan dan pelatihan.
3. Kecilnya marjin keuntungan dan
kemungkinan gagal. Karena wirausaha
menggunakan keuntungan yang kecil
dan keuangan milik sendiri, maka
marjin laba/keuntungan yang
diperoleh akan relatif kecil dan
kemungkinan gagal juga ada.

Rabu, 14 Agustus 2013

cara melatih otaxx

Cara Melatih Otak Kanan – Akhir-akhir
ini banyak sekali kiat-kiat atau
pelatihan-pelatihan mengenai Cara
Melatih Otak Kanan. Beberapa
mengatakan bahwa otak kanan perlu
di asah agar seseorang menjadi lebih
kreatif. Seringnya seseorang kesulitan
untuk menciptakan sesuatu yang
kreatif karena terbiasa berfikir
menggunakan otak kiri sehingga otak
kanannya jarang digunakan dan
menjadi tidak terasah. Untuk itu,
dibutuhkan beberapa cara mengasah
otak kanan yang nantinya dapat
membantu kita untuk berpikir lebih
kreatif dan inovatif. Tahukah kamu?
Sikap dan perilaku seseorang sangat di
pengaruhi oleh cara berfikirnya.
Seseorang dapat menjadi sukses pada
bidang yang ditekuninya berdasarkan
kemampuan berfikirnya.
Sebelum membahas mengenai cara
melatih otak kanan, kita bahas dulu
mengenai otak kanan dan otak kiri.
Otak manusia terbagi menjadi dua
belahan yaitu Left hemisphere
(belahan kiri) yang merupakan pusat
bahasa (verbal) yang menjadi fungsi
rasional dan Logika, dan Right
hemisphere (belahan kanan) yang
fungsinya selain dari fungsi verbal
yang ada pada otak kiri, seperti kreatif,
irama dll.
Cara Melatih Otak Kanan
Cara Melatih Otak Kanan
Perbedaan fungsi dari otak kanan dan
otak kiri :
Otak Kanan
1. Visual
2. Berfikir secara acak
3. Khayalan
4. Perkembangan Intuitif
5. Kemampuan Emosional (EQ)
6. Pandai dalam mengatur pola,
warna, bentuk
7. Mengendalikan ekspresi
8. Spontan
9. Non verbal
10. Perasaan
11. Pengatur kesadaran
12. Seni (menari, melukis, dll)
Otak Kiri
1. Pusat perkembangan Logika
2. Berfikir terstruktur, teratur
3. Bahasa verbal
4. Perkembangan intellegensia
(IQ)
5. Berfikir jangka pendek
6. Otak yang berkaitan dengan
mendengarkan
7. Realistis
8. Berfikir analisis, bertahap
Cara Melatih Otak Kanan Supaya
Kreatif
Dari segi emosional orang yang lebih
banyak menggunakan otak kiri
memiliki respon yang berbeda
dibandingkan dengan orang yang lebih
banyak menggunakan otak kanan.
Orang yang lebih banyak
menggunakan otak kanan, lebih baik
secara Emosional, mereka lebih pandai
dalam bersosialisasi, berkomunikasi,
dan berinteraksi dengan yang lainnya,
sehingga seringkali lebih baik dalam
pergaulan dibandingkan dengan
orang-orang yang menggunakan otak
kiri. Jika pengguna otak kiri lebih
banyak memikirkan perencaan2
terhadap sesuatu, maka pengguna
otak kanan cenderung berfikir secara
spontan, namun cepat dalam
merealisasikannya. Pengguna otak
kanan sebagian besar kurang terlalu
banyak pertimbangan, sehingga lebih
cepat dan berani mengambil
keputusan.
Sebagian besar kita lebih banyak yang
menggunakan otak kanan karena
terasah selama di bangku sekolah
dalam menerima pelajaran. Sehingga
sebagian besar ketika lulus dari
bangku perguruan tinggi, orang-orang
berbondong-bondong untuk
memperebutkan kursi sebagai
karyawan, jarang yang berani untuk
berbisnis, menciptakan hal baru, dan
membuka lapangan pekerjaan. Hal ini
karena kurangnya keberanian dan
kreatifitas. Oleh karena itu, otak
kanan manusia perlu di latih. Orang-
orang sukses biasanya mampu
menyeimbangkan otak kanan dan otak
kiri . Berikut beberapa kiat2 untuk
melatih otak kanan yang dapat
mempertajam kinerja otak kanan kita :
1. Selalu cari lebih banyak solusi
untuk satu masalah. Jangan
hanya memikirkan satu jalan
penyelesaian
2. Lakukan hal-hal yang tidak
biasa atau di luar rutinitas.
Lakukan hal-hal baru, coba
sesuatu yang baru.
3. Melihat masalah dari berbagai
sudut pandang.
4. Merubah sutau masalah menjadi
batu loncatan untuk
mendapatkan hal yang lebih
baik
5. Melihat seseuatu secara
menyeluruh
Otak kanan memonitori kerja tubuh
bagian kiri, oleh karena itu,
membiasakan menyeimbangkan
antara kerja bagian tubuh sebelah
kanan dan sebelah kiri cukup efektif
untu melatih otak kanan. Berikut
latihan2 sederhana yang bisa di coba
untuk melatih otak kanan:
Cara Melatih Otak Kanan
1. Thumb game
Cobalah untuk membuat satu pola
menggunakan tangan kanan dan kiri
secara bersamaan. Misalnya
membayangkan membentuk pola
segitiga menggunakan kedua telunjuk
secara bersama
2. Pattern game
Cobalah membuat pola seperti pada
contoh sebelumnya di atas sebuah
kertas
3. Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut
kiri dan tangan kanan. Sementara kaki
kanan diluruskan ke belakang dan
tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi
ini bertujuan untuk mengaktifkan
syaraf-syaraf tertentu secara umum
dan otak kanan secara khusus.
Cobalah posisi ini selama 10 menit
setiap hari, minimal 14 hari berturut-
turut.
4. Specific crawl
Gerakkan tangan kanan serentak
dengan kaki kiri. Kemudian, gerakkan
tangan kiri serentak dengan kaki
kanan. Gerakan ini bertujuan untuk
menyeimbangkan syaraf motorik kiri
dan syaraf motorik kanan. Cobalah
gerakan ini secara 10 menit setiap hari,
minimal 14 hari berturut-turut.
5. Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah
pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan
teruskanlah kebiasaan baru ini setiap
hari.
6. Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada
pagi hari. Untuk sore atau malam hari,
tetaplah menggosok gigi dengan
tangan kanan. Cobalah dan
teruskanlah kebiasaan baru ini setiap
hari.
7. Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan
tangan kiri di atas kertas kosong.
Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10
kali sehari, minimal selama 14 hari
berturut-turut. Niscaya Anda akan
menemukan keajaiban, di mana pada
hari ke-3 Anda dapat menulisnya
dengan sangat mudah.
8. Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan
tangan kiri di atas sehelai kertas
kosong. Cobalah kebiasaan baru ini
minimal 10 kali sehari, minimal selama
14 hari berturut-turut. Niscaya Anda
akan menemukan keajaiban, di mana 2
dari 10 tanda tangan tersebut

Selasa, 13 Agustus 2013

kewirausahakan

Definisi kewirausahaan!manfaat dan
ciri kewirausahaan
Definisi kewirausahaan!manfaat dan
ciri kewirausahaan
Definisi kewirausahaan
Apa sih kewirausahaan itu ? mungkin
kata kewirausahaan itu sering kita
dengar, sudah tak asing lagi ditelinga
kita. Secara singkat dan berbobot
dalam artikel saya kali ini saya akan
berbagi mengenai pengertian/definisi
kewirausahaan! ciri dan manfaat
kewirausahaan .
Oke, pertama langsung saja pada
pengertian/definisi kewirausahaan,
kewirausahaan adalah kemampuan
untuk mengembangkan ide dan cara
baru dalam menghadapi/
memecahkan permasalahan serta
kemampuan untuk mendeteksi dan
menemukan sebuah peluang yang
kemudian dapat diterapkannya hal-
hal tersebut untuk menuju
kesuksesannya.
Ciri Kewirausahaan
Secara umum terdapat beberapa ciri
kewirausahaan, diantaranya sebagai
berikut :
1. Berani melangkah ( tidak takut
menghadapi resiko yang ada )
2. Jiwa kepemimpinan yang kuat
3. Memiliki tanggung jawab
4. Komitmen
5. Senantiasa mencari peluang
6. Pandangan fokus kedepan
( memikirkan masa depan )
7. Kreatif dan inovatif
8. Dll
Memang cukup banyak ya kalau kita
bicara mengenai ciri kewirausahaan,
secara umum seperti yang telah
disebutkan diatas, mungkin oleh
temen-temen dapat dijadikan sebuah
pandangan untuk menjabarkan
sendiri bagaimana secara umum ciri
kewirausahaan itu. Namun jika kita
bicara mengenai ciri khusus
kewirausahaan, ini akan cukup sulit
untuk dijabarkan karena
kewirausahaan dalam prakteknya
melakukan usaha tergantung juga
dengan pelaku usaha, apakah dia
seperti yang kita kira bahwa harus
kreatif, inovatif, komitmen atau
apapun itu, dan jangan lupa bahwa
adanya faktor keberuntungan juga
disini atau kemanjuran doa
seseorang,, hhahahha. Tapi pada
intinya seperti itulah ciri
kewirausahaan.
Manfaat Kewirausahaan
Ada beberapa manfaat
kewirausahaan, salah satunya
sebagai berikut :
1. Menurunkan angka
pengangguran
2. Memperkuat perekonomian
nasional
3. Pendistribusian pendapatan
nasional
4. Kesejahteraan masyarakat
5. Menurunkan beban negara
6. Dll
Baca juga bagaimana cara memulai
usaha dan cara memperoleh modal
usaha

Sabtu, 10 Agustus 2013

kewirausahan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Jumat, 09 Agustus 2013

samsung

Ratu Harga Hp Terbaru - Atom
2
Ratu Harga Hp Terbaru - Atom
Feeds
Feeds
Ratu Harga Hp Terbaru
‹ › Beranda
Lihat versi web
di 04.08
Daftar Harga HP Samsung
Terbaru 2013
Daftar Harga HP Samsung
Terbaru 2013 dalam artikel ini
maka saya tertarik untuk
berbagi informasi ini. Samsung
adalah salah satu merk
smartphone yang terkenal, hal
ini dimulai ketika operating
system android populer.
Samsung merupakan vendor
perangkat elektronik ternama
di dunia, yang menghasilkan
berbagai macam produk
diantaranya smartphone dan
tablet. Sampai saat ini
Samsung hadir sebagai
penguasa di jajaran ponsel
cerdas, sekaligus paling
terbaik di jajaran vendor
lainnya.
Pasar Android di Indonesia
memang belum tenar seperti
Blackberry, tetapi lambat laun
mungkin Indonesia juga
dijadikan salah satu terget
besar dari produk Samsung ini.
Harga hp samsung android
memang cukup untuk kelas
menengah ke atas. Angka
harga yang mulai lebih 1jt
mungkin membuat sebagian
konsumen smartphone lebih
memilih produk Android Cina.

bientanx

Pengertian Bintang dan Perhitungan Jaraknya dari Bumi

galaksi andromeda. jarak 2 juta tahun cahaya

Bintang adalah semua benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Oleh karena itu bintang merupakan benda langit yang sangat indah yang bisa anda lihat pada saat malam hari. Seperti definisinya , yang termasuk bintang di tata surya kita ialah matahari. Karena matahari dapat memancarkan cahaya sendiri sedangkan bulan tidak termasuk. Mengapa demikian ? hal tersebut dikarenakan bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari.

Secara umum , bintang diluar tata surya kita dibedakan menjadi 2. yaitu bintang terdekat dan bintang terjauh (delta pavonia & proxima centaury). Jarak bintang terdekat adalah minimal 4 tahun cahaya dan jarak binang terjauh adalah 21 tahun cahaya. Nah , sekaran terlintas dibenak kita semua. Apa yang dimaksud dengan jarak 4 tahun cahaya dan 21 tahun cahaya?.

Perhitungannya adalah bahwa jarak bintang tersebut adalah jaraknya sekian tahun kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya adalah 299.792.458 m/s atau 299.792 km/s atau dibulatkan menjadi 300.000 km/s. Kecepatan cahaya ini mampu mencapai bulan dengan waktu 1 1/4 detik. Coba anda bayangkan , maka :

  1. 1 detik = 300.000 km
  2. 1 menit = 60 detik x 300.000 km = 18.000.000 km (18 juta kilometer)
  3. 1 jam = 60 menit  x 18.000.000 km = 1.080.000.000 ( 1 milyar 80 juta km)
  4. 1 hari = 24 jam x 1.080.000.000 = 259.250.000.000 ( 259 milyar 250 juta km)

    sedangkan kita tahu bahwa 1 tahun adalah 365 hari . Jadi , 365 x  259.250.000.000 maka hasil itulah jarak 1 tahun cahaya.